Namanya mantili. wanita menuju dewasa, rambut pendek, tinggi badan rata-rata, perawakan tidak bisa dibanggakan, dan kesepian. usianya memang sudah bisa dikatakan 'matang' untuk seorang wanita yang hidup di indonesia, bahkan teman seumurannya sudah banyak yang menikah dan memiliki anak. dua bulan lalu, mantili baru saja mendapat kabar jika teman dekatnya, Rita, sudah melahirkan anak pertamanya.
rupanya nasib membawa seorang Mantili pada keadaan yang sama seperti dua tahun lalu. mencintai.
perasaan yang pernah hilang dalam hidup mantili, tapi sekarang entah ia harus tersenyum atau menangis dengan cinta datang lagi dan menetap dihatinya. mantili galau.sayangnya ini bukan sebuah kisah cinta yang menarik, tapi akan sangat membosankan mengingat Mantili bukan orang yang pandai melakukan sensasi atau keputusan gila tak terduga. mantili hanya wanita biasa.
dua bulan yang lalu ia bertemu dengan seorang laki-laki. tidak begitu tampan, bahkan awal pertemuan ia tak begitu memerhatikan laki-laki itu. tapi seiring berjalannya waktu, Mantili menyadari satu hal jika hatinya seperti membumbung ke angkasa saat wajah laki-laki itu memenuhi hitam-hitam matanya. Mantili jatuh cinta. setelah hari itu keadaannya tidak bisa dikatakan baik. ia tersenyum tak jelas didepan cermin bulat kecil warna pink dikamarnya, kadang diam dengan bibir lurus tak membentuk sebuah senyuman sedikitpun. hatinya dirundung rindu, tapi apa daya cintanya hanya dirinya yang tahu. sementara laki-laki itu, ah ia terlalu sibuk untuk mengurusi masalah remeh temeh seperti cinta.
akhirnya inilah yang dilakukan Mantili. duduk diam menenangkan badai yang setiap pagi membuatnya resah. ia sadar setiap pagi itu pula tiga hari dalam tujuh hari akan bertemu dengannya. tapi apa artinya pertemuan jika tak menyelesaikan apa-apa. guruh di hati Mantili tetap menyala kuat dan ia tak tahu harus berbuat apa. bibirnya kelu. sungguh malang.
keadaannya seperti ini. mantili dan laki-laki itu terlalu dekat jika dilihat drai sisi jarak, tapi tidak begitu jika dilihat dari sisi perasaan. mantili tidak yakin laki-laki itu memiliki perasaan yang sama, karena itulah mantili sudah menjadi yang kalah sebelum peperangan dimulai. hatinya terlalu besar untuk disimpan diam-diam dari laki-laki itu. tapi tak ada pilihan, baginya tak ada jalan. kecuali terjun ke dalam jurang dalam dan sembunyi disana sampai cintanya mati. sama seperti Qais yang bersembunyi dalam gua sampai kemudian semua orang memanggilnya majnun, ah sungguh kisah cinta yang tragis.
ada banyak kisah cinta melegenda di dunia ini. kita kenal romeo dan juliet, devdas, shah jehan dan mumtaz mahal, siti nurbaya+Samsul Bahri. dan sekarang Mantili dengan NN. apakah ceritanya akan berakhir menyedihkan seperti kisah cinta yang hidup selama ratusan tahun itu atau sebaliknya. takdir, tidak ada yang pernah tahu.
No comments:
Post a Comment