Friday, July 26, 2013

membuang mimpi atau tetap menyimpannya?

Sepertinya sudah sangat lama aku melupakan hal ini. Berhenti menulis dan berharap aku bisa menyukai hal lain selainnya. Tapi sejauh apa aku bisa melarikan diri? Pada akhirnya ke titik ini lagi aku akan kembali. Seperti sesuatu yang tidak bisa kau tolak meskipun aku telah hancur berkali-kali saat semua yang aku tulis berakhir menjadi sampah di atas meja-meja redaksi. Aku hampir melupakan jika aku bercita2 ingin menjadi seorang penulos. aku menjauhkan diri dari pinsil dan buku atau hal apapun yang akan membuatku larut dalam dunia kecil yang kemudian ku rangkai pada kalimat-kalimat yang pada kenyatannya hanya tulisan idiotisme. Bagaimana sebuah kisah bisa begitu aneh sampai tak ada satupun yang menyyangka jika ittu adalah sebuah alur cerita.
Tapi apa benar jika aku terus menyalahkan diri dengan keidiotismean yang tak berakhir? aku hanya percaya beberapa hal... meakipun sedikit tak waras tapi semua apa yang kau lakukan dengan cinta maka takkan ada akhir yang tak bahagia. Suatu saat... iya aku meyakini itu. Suatu saat akan ada hari aku berdiri di ataa podium dengan kilatan cahaya kamera dan dengan bangga berkata 'inipah saya'.

Tuesday, January 1, 2013

Folks

Hai apa kabar. atau mungkin aku tidak perlu menanyakan kabar, karena itu tidak akan menjawab apa-apa. baiklah,,, kira-kira berapa lama aku tidak memposting tulisan. sepertinya sudah sangat lama sampai aku kehilangan orientasi waktu. mungkin ini karena penyakit demensiaku yang tidak membaik, malah mungkin bertambah akut. tapi doakan saja semoga tidak separah itu.

well,,, sebenarnya aku tidak begitu yakin dengan apa yang aku lakukan sekarang. mungkin aku sedang 'curhat' atau mungkin juga aku hanya bicara tidak jelas tentang semua hal yang ada dalam pikiranku. bagaimana dengan kalian? apa kalian baik-baik saja, bisa tidur nyenyak tanpa mimpi, atau sama gelisahnya seperti anak umur lima tahun yang tidak suka lampu kamarnya dimatikan saat tidur?

beberapa hari ini aku tidak bisa bicara dengan benar. semuanya penuh emosi dan pikiranku dipenuhi hal-hal mengerikan. bahkan sesuatu yang tidak pernah aku pikirkan seumur hidup sampai umurku yang sekarang. hah,,, terlalu sulit untuk aku tulis apa itu. 2012 sudah berlalu dan benar saja kiamat tidak pernah terjadi. tapi aku tidak begitu khawatir dengan ramalan itu, aku hanya khawatir dengan satu hal 'tugas pemodelan'. the scariest thing ever in my life. aku tidak pernah tahu kenapa tidak bisa berjalan harmonis dengan hal itu. seharusnya semuanya tidak begitu mengerikan kalau saja aku mau berusaha sedikit. iya sedikit saja. aku terlalu banyak melakukan kesalahan yang sampai sekarang tidak ada satupun yang aku sesali. aku hanya bisa memaki diri sendiri, tapi setelahnya melakukan kesalahan yang sama.

seseorang bilang 'jika kau melakukan kesalahan yang sama berulang-ulang itu adalah sebuah perbuatan lalai'.
aku tidak tahu bagaimana cara memperbaiki kebiasaanku. ini sangat berat. aku menghabiskan waktu duduk diam dengan suasana hati kacau. kalau saja aku tidak mengingat-Nya mungkin aku sudah tidak bisa menahan kemarahan pada diri sendiri. apa kalian pernah kecewa pada diri sendiri?

sepertinya aku bersikap cukup menakutkan pada diri sendiri. tapi aku terlalu bosan dengan semua hal yang membuat hidupku tidak menjadi lebih baik hanya karena aku lemah. ada banyak hal yang aku inginkan, tapi saat aku menemukan kesulitan yang aku lakukan hanya duduk diam tanpa melakukan apa-apa. menunggu keajaiban. iya itu yang selalu aku tunggu. hanya karena aku memercayainya.

aku mendengarkan beberapa lagu dari Linkin Park dan 30 second to mars. berteriak bersama dengan para vokalisnya hanya karena aku tidak bisa menangis saat semuanya terasa buntu. atau sesekali melakukan hal yang lebih baik dari sekedar berteriak. aku menyadari proses adalah hal yang lebih penting, mungkin sebaiknya aku mulai menyukai proses dibanding hasil. aku masih mencari jalan yang benar untukku menuju. hanya saja aku mulai kehilangan harapan tentang mimpiku sekarang. sepertinya aku tidak akan pernah bisa menjadi seperti apa yang selalu aku inginkan sepanjang enam tahun ini.

tapi menyerah dan menjadi gagal terlalu mengerikan. aku hanya butuh sebuah senyum yang mengubah kendali hidup. sebuah senyum tulus.... dan doa.

Saturday, October 20, 2012

Page no.3

"Apa yang kamu lakukan?" Sebuah suara keras mengagetkan Mantili.
"Kenapa kau berteriak seperti itu. membuatku kaget." Suara Mantili tak kalah keras dengan wanita berwajah ayu yang berdiri dihadapannya sekarang. "Tampangmu itu benar-benar menipu."
"Memangnya kenapa dengan tampangku?"
"Sudahlah, kamu akan semakin menyebalkan kalau aku meneruskannya."
Kinan, kira-kira seperti itulah nama wanita ini. sahabat Mantili, tinggi, putih dan... menarik. kadang kau melihat wanita cantik tapi membosankan. hanya butuh waktu lima menit untuk menyadarkanmu jika wanita itu tidak begitu cantik, tapi ada juga wanita yang menarik. wanita yang merampas sebagian waktu hidupmu untuk melihat wajahnya lebih dekat. wanita seperti ini yang disebut 'jahat' karena tanpa melakukan apapun dia sudah menyakiti banyak perasaan laki-laki.

"Jangan bilang kamu sedang mengintai laki-laki itu?" Kinan menunjuk seorang laki-laki berpakaian kemeja kotak hijau tua.
"Apa yang kamu lakukan. menunjuk orang seperti itu, dia bisa salah paham."
"Jadi bukan laki-laki itu?"
"Tentu saja... iya." Mantili menyembunyikan wajahnya yang merona. ah wanita ini, bahkan ia tersipu saat membicarakan laki-laki itu.
"Ti, jangan bilang kamu... laki-laki itu..." Kinan sepertinya terlalu berat mengatakan kenyataan.
Mantili mengangguk pelan dengan senyum manis.
"Tidak mungkin. apa kamu berencana memecahkan rekor sebagai wanita dengan cinta sepihak terbanyak."
"Apa maksudmu dengan cinta sepihak. bagaimana kalau ternyata dia juga punya perasaan yang sama denganku?"
"Kalau begitu apa kamu berencana untuk menyatakan secepatnya?"
Mantili menarik lengan Kinan, berjalan menjauh dari laki-laki itu yang mungkin saja bisa mendengar percakapan mereka. suara Kinan memang luar biasa, ia tidak bisa bicara dengan suara pelan.

"Hah apa yang harus aku lakukan? Bagaimana kalau laki-laki itu juga tidak akan menyukaiku, apa aku harus mencintai perempuan saja." Mantili duduk dikursi panjang di koridor kelas.
"Apa kamu gila. kalau itu terjadi lupakan kau pernah mengenalku."
"Setiap kali datang ke tempat baru, kenapa kisahnya selalu terulang. apa ini hukuman. tapi hukuman atas kesalahan yang mana. seingatku, dari beberapa hubungan yang pernah aku lakukan dengan laki-laki aku adalah pihak yang selalu disakiti."
"Mungkin kamu banyak dosa pada orangtua."
"Mungkin juga, kalau mengingat berapa banyak dosa yang aku buat pada orangtuaku berarti hukuman ini tidak akan pernah berakhir. karena butuh sepanjang hayat untuk membayarnya."
"Kalau begitu berhentilah berbuat dosa pada mereka."
"Kenapa kau tiba-tiba membicarakan dosa. apa kamu sudah cukup suci untuk menilai dosa-dosa orang."
Kinan tersenyum kaku. ia menyilangkan tangan diatas kepalanya menjadi perisai dari amukan Mantili.
"Apakah menyukai seseorang sepihak membuatmu menjadi pemarah seperti itu?"
Mantili menarik nafas. koridor sepi, hanya suara ketikan tangan Kinan diatas keypad handphone yang menjadi satu-satunya tanda dunia belum berakhir.

"Kenapa begitu sepi?" Gumam Mantili.
Kinan meletakkan handphone ke dalam tas, ia lalu menarik nafas dalam sama-sama menatap kosong ke depan, pada tegel. "Hah,,, apa yang harus aku katakan, untuk membuat hatimu tidak sepi."
"Hei, apa kamu mencoba berpuisi sekarang?" Suara Mantili seolah habis karena terlalu banyak teriak, meskipun hatinya yang lebih sering teriak.
"Menjadi pujangga demi sahabat yang telah mengalami banyak kisah cinta sepihak."
"Kalimat itu menyadarkanku betapa tidak beruntungnya aku."
"Manusia selalu merasa kurang karena itulah dia selalu merasa tidak beruntung. kali ini kau melakukan dosa yang besar."
"Kau benar, mungkin sekarang Tuhan sedang menyiapkan hukuman yang lebih berat untukku karena telah menyinggung-Nya."
"Berhentilah mengeluh dan lupakan laki-laki itu sebelum kejadian yang sama terulang."
"Caranya?"
"Gunakan rumus laplace untuk tahu solusi khusus yang harus kamu gunakan. atau eigeun faktor juga bisa kamu coba."
"Apa yang sedang kamu bicarakan?"
"Membicarakan dua istilah yang aku yakin seumur hidup kamu tidak ingin mengetahuinya. Hidupmu sudah cukup rumit."
"Dan kau membuat hidupku lebih rumit."
"Kenapa aku? bukankah perasaanmu sendiri yang membuat keadaan semakin rumit."
Mantili diam. kalimat itu membuatnya berpikir sesuatu.
"Dengar, ini bukan pertama kalinya kamu terlibat dengan perasaan seperti ini. apa aku boleh mengingatkan? ini yang kelima kalinya. kamu bertemu seseorang lalu tidak berapa lama menyukainya, laki-laki itu tidak tahu perasaanmu dan kamu tidak berani mengungkapkannya. hanya berani melihat dia diam-diam dari jarak dua meter, menahan rindu sementara kamu ingin sekali menelepon adan mengirimnya sms. ini cerita drama yang sering kamu lakukan. ini semua terjadi karena kamu tidak bisa menjaga hati."
"Bagaimana aku menjaga hati? apa aku punya kuasa untuk menolak jatuh cinta dengan siapa? apa aku boleh memilih jatuh cinta dengan siapa?" Mantili menarik nafas, meredam emosi. "mungkin sebaiknya aku tidak memiliki cinta. hah,,, ini benar-benar membuatku tidak waras." terdengar benturan cukup keras saat Mantili menyenderkan punggung ke dinding.
"Apa itu amarah?" Tanya Kinan.
"Itu sakit oon."