wanita berambut sebahu itu diam dibawah pohon yang ia jadikan sebagai tempat menyendiri. tidak ada yang dilakukannya kecuali menarik nafas dalam berkali-kali. ada sesuatu yang menyesakkan dadanya, sesuatu itu datang tanpa ia sadari sejak dua minggu lalu. wanita berumur 20 tahunan lebih itu merana, ia merasakan sesuatu yang aneh menjalari kalbunya seperti tangan-tangan tak kasat mata. ia coba menahan, tapi tak mampu. ia mnegutuk, tapi tak bisa. ia menangis, tapi terlalu malu memperlihatkan airmata bahkan untuk dirinya sendiri, dan akhirnya ia hanya duduk terantuk dibawah pohon dengan daun tak begitu rindang. setidaknya, ditempat ini ia tenang meskipun hanya diam.
bagaimana kalau kita sebut saja wanita ini dengan nama 'dreamer', sesuai dengan kebiasaannya yang selalu bermimpi. ia pemimpi ulung dengan ratusan keinginan yang menurut kebanyakan orang tidak masuk akal, tapi baginya apa yang tidak masuk akal jika ada begitu banyak orang yang sudah menjadi apa yang dia inginkan. misalnya, menjadi penulis hebat yang menjual lebih dari satu milyar eksemplar buku mengalahkan penjualan buku harry potter, tidak ada yang salah, tentu saja tidak. kalau JK Rowlingpun mampu menjual buku sebanyak 400 juta eksemplar kenapa ia tidak bisa. dreamer dan Rowling sama-sama manusia, mereka menghirup udara yang sama dan melakukan hal-hal yang banyak dilakukan oleh manusia, pikirnya. ia hanya butuh sedikit keberuntungan saja sisanya adalah kerja keras dan yakin.
Tapi ada yang menghantui tidurnya. ia tidak lagi memikirkan mimpi, bahkan ia lupa bagaimana cara bermimpi. sesuatu yang besar telah mengacaukan hidupnya, mengacaukan jalan cerita yang tetap ingin ia jalani karena ia ingin terus bermimpi. pikirannya tak berhiaskan lagi harapan, keinginan, atau apa yang ia sebut sebagai tujuan. seorang laki-laki bermata bulat dengan janggut tipis di dagu telah merusak hidup normalnya. ia tidak mengerti, meskipun ia seorang penulis yang belum diakui setidaknya ia tahu alasan seseorang memikirkan seseorang yang lain. ia tidak berani mneyebut cinta yang sebelumnya begitu mudah ia tulis dalam setiap kisah yang coba ia ceritakan lewat huruf-huruf. ia menyangkal, karena bagaimanapun perasaan ini masih sulit didefinisikan.
dreamer sedang berpikir, mungkin. atau ia hanya tengah diam dan pasrah dengan apa yang ia rasakan. apakah ada penjelasan ilmiah kenapa seseorang bisa jatuh cinta, tanyanya pada diri sendiri. angin menerbangkan rambutnya kemudian hilang tapi tidak berapa lama angin itu datang lagi. ia pernah membaca beberapa buku karya Kahlil Gibran yang mengisahkan betapa cinta itu indah, seperti oase ditengah gurun pasir tandus bagi para musafir yang tersesat. lalu kenapa cinta yang ia rasakan seperti gentar, takut tidak dicintai, dan - luka. bukankah kisah yang paling menyedihkan adalah kisah cinta satu sisi? meskipun pada akhirnya kisah seperti itu berakhir bahagia. tapi ayolah, apa ada cerita yang lebih nyata, cerita yang bukan hanya sekedar pelipur hati para manusia yang tengah patah hati.
dreamer melihat ke sekitar. tapi orang yang ia cari tidak ada dimana-mana, bahkan dalam hatinyapun ia mulai menyingkir sedikit demi sedikit. sepertinya dreamer mulai mendapatkan sinyal, jika laki-laki itu tidak memiliki rasa yang sama seperti dirinya. ia mempersiapkan diri untuk yang terburuk, meskipun keadaan ini sudah menjadi yang terburuk buatnya. kita sebut laki-laki itu dengan nama Flow, ia begitu mengalir tidak membutuhkan banyak waktu untuk memutuskan hal-hal. flow tidak pernah meributkan hal yang besar maka tidak heran jika ia tidak pernah menganggap penting hal kecil. flow dan dreamer seperti dua kutub magnet yang saling tolak menolak, flow yang begitu santai, tidak muluk dan random, sementara dreamer yang sistematik dan go with the rule.
dreamer berteman dengan flow setelah mereka bertemu beberapa bulan yang lalu. tidak jelas bagaimana mereka bisa menjadi teman dekat dan sering mengirim sms satu sama lain menanyakan kabar atau hanya sekedar ingin tahu apa yang sedang mereka lakukan saat itu. kadang memang ada beberapa hal yang tidak perlu kau tahu alasannya kenapa. dan beitulah mereka menjadi dekat tanpa sebuah alsan. flow menjadi tempat bagi dreamer bercerita tentang mimpinya, kesusahannya, dan entah kenapa pada flow lah dreamer bercerita. ada kenyamanan yang sulit diartikan. rasa nyaman itu menjadi kebutuhan tunggal dan mengalihkan setiap pikiran dreamer tentang mimpinya.
tapi ada yang aneh dengn sikap flow akhir-akhir ini, ia menghindar, menciptakan jarak menyakitkan bagi dreamer. flow menjauh, seolah tak mau lagi terhubung dengan hidup yang dijalani dreamer, dan dreamaer kehilangan flow. kehilangan yang menyakitkan membuat ulu hatinya terasa linu untuk beberapa hari. dreamer merasa dunia yang mudah untuk digenggam menjadi sangat mustahil untuk digenggam tanpa keberadaan dreamer. pertemanan mereka menjadi tidak wajar.
dreamer terasing dari kehidupan manusia yang normal. ia alien diantara kumpulan manusia di planet ini, dan bersama flow ia merasa menjadi manusia seutuhnya. flow melihat dreamer dengan cara tak biasa, bukan lewat pandangan sinis dengan mulut mencibir kemudian menjauh, tapi sesuatu yang lebih hangat, sesuatu yang membuat flow merasa normal. tapi kemudian flow bersikap sama seperti yang lainnya, sekarang ia tidak jauh beda dengan orang-orang itu, melihatnya sinis kemudian menjauh. ada memar dalam hati dreamer yang coba ia tutupi dengan ketegaran palsu. untuk pertama kalinya dalam hidup, dreamer menjadi aktor untuk panggung hidupnya sendiri, bersandiwara menjadi seseorang yang bukan dirinya.
"Terus apa mimpi kamu?" Tanya dreamer disela pembicaraan kami yang sedikit tidak menarik disebuah pelataran tempat makan cepat saji yang terletak disatu jalan di bandung.
"Lulus kuliah, kerja dibidang yang aku suka, dan memberangkatkan orangtua haji."
"Hanya itu?"
"Hanya itu...."
dreamer menatap wajah itu kagum untuk beberapa detik kemudian mengalihkan perhatian pada jalan yang ramai dengan lalu lalang kendaraan. flow tidak akan mampu melihat rona merah di wajah dreamer, karena penerangan ditempat itu tidak begitu baik. dreamer merasa tertolong dengan keadaan itu, setidaknya ia tidak perlu menutupi wajahnya.
malam itu, untuk pertama kalinya dreamer merasakan getaran aneh menyelusup dan menggetarkan rambut-rambut lembut dalam kalbunya. perasaan aneh yang sudah dua tahun tidak datang dan pernah mati. ia berusaha menyangkal, tapi semakin keras ia menyangkal semakin tidak bisa dikendalikan. membayangkan kejadian malam itu, membuat dreamer semakin sesak dan tidak rela harus melepas apa yang baru saja ia mulai dengan flow. pertemanan.
dreamer berpikir dan kali ini ia bertekad untuk melakukan apa yang ia pikirkan. kalau memang flow akan pergi dari hidupnya dan mejadi orang asing lagi seperti semula sebelum mereka bertemu, maka sebelum itu terjadi dreamer harus memberitahu perkara tentang hatinya. setelah itu hanya akan menjadi kenangan dan barulah perpisahan bisa diucapkan meskipun dengan mulut gemetar menahan getir.
please give u'r comment guys..
ReplyDeleteternyata ga cuma ak aja ya yg ngalamin kayak gini,,,,,wkwkwkwk
ReplyDeletemungkin semua orang mengalami hal yang sama tapi berbeda kemasannya,,,
dasar cinta,,,kenapa kau selalu bikin GALAU orang,,,,huuffff,,,
aku benci CINTA,,,,wewww
owh gruh jg pernah ky gtu,,, kirain,hehehe,,,
ReplyDeleteya,,,,pernah galau gitu gara2 cinta,,,,hoeekkksss,,,
ReplyDeleteanjiss,, guruh sdh bercinta.hahaha...
ReplyDelete